Nama : Shafira Indah Ramadhanty
Nim :
181301036
Gangguan mental atau penyakit
kejiwaan adalah pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait
dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari
perkembangan normal manusia. Gangguan tersebut didefinisikan sebagai kombinasi
afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang berhubungan dengan
fungsi tertentu pada daerah otak atau sistem saraf yang menjalankan fungsi
sosial manusia.
Beberapa gangguan mental ini bisa
dialami oleh otak semua orang antara lain adalah :
1. Sindrom Quasimodo
Biasa juga
disebut sebagai body dysmorphic disorder, adalah
gangguan mental yang sangat amat berbahaya. Gangguan ini dikenal dengan pikiran
obsesif tentang kecacatan fisik berlebihan ataupun imajiner. Penderitanya akan
secara konstan melihat ke cermin untuk menemukan sudut terbaik di mana
kecacatannya itu gak akan nampak. Mereka merawat penampilan mereka secara
berlebihan. Mereka memiliki banyak permasalahan asmara yang disebabkan karena
faktor "kecacatan" ini. Kepercayaan diri mereka sangat rendah dan
sangat tertekan dalam bergaul karena merasa sekelilingnya melihat
"kecacatannya" kemudian menertawakannya. Merasa senasib? Keanehan
sindrom ini diungkap dalam sebuah film pendek berjudul Contracuerpo.
2. Erotomania
Mereka yang
menderita erotomania adalah milik seseorang yang mencintainya, khususnya
seseorang yang memiliki status sosial lebih tinggi (misalnya selebritis).
Penderitanya percaya bahwa para penggemar imajinernya menunjukkan sikap mereka
melalui tanda-tanda khusus, sinyal-sinyal rahasia, telepati dan pesan berkode
di media. Melawan gangguan ini bisa dibilang sulit, bahkan jika yang seharusnya
dianggap penggemar itu sudah terang-terangan menolaknya. Penolakan tersebut
dianggap para penderita erotomania sebagai strategi untuk menyembunyikan
hubungan mereka dari masyarakat. Gangguan ini diangkat pertama kali ke publik
dalam film From the Land of the Moon (Marion
Cotillard).
3. Delusi Capgrass
Sindrom ini
membuat penderitanya percaya bahwa seseorang yang dekat dengannya atau bahkan
dirinya sendiri telah ditukar tempat dengan seorang doppelganger.
Penderitanya mengungkapkan bahwa niat buruk mereka akan terwakili dari
"kembarannya" yang terlihat persis seperti mereka. Gangguan ini
biasanya disertai dengan Schizophrenia. Film The Double, yang
diangkat dari novel F. M. Dostoevsky dengan judul sama, mengungkap esensi dari
gangguan ini.
4. Delusi Fregoli
Dalam kasus ini,
penderitanya percaya kebalikannya: di balik topeng orang asing atau
sekelilingnya adalah orang-orang yang dekat dengannya, dianggap secara konstan
menggunakan makeup dan mengubah penampilan
dalam rangka pengejaran. Sindrom ini pertama dikenal pada tahun 1927 di mana
seorang gadis cilik meyakini bahwa ia sedang dikejar oleh dua aktor dari
theater tempat langganan ia menonton, mengambil bentuk orang yang dikenal atau
pernah ditemuinya. Topik ini dibahas sebagian dalam film animasi berjudul Anomalisa.
5.
Sindrom Adele
Sindrom Adele
adalah obsesi yang membuat seseorang mengalami rasa cinta patologis. Para
dokter belakangan menilainya sebagai gangguan mental yang secara serius
mengganggu kehidupan dan kesehatan seseorang, dibandingkan dengan kecanduan
judi, alkohol dan kleptomania.
Gejala gangguan
ini menyerupai depresi mendalam tapi bisa jadi lebih berbahaya: penganiayaan
terhadap seseorang, penipuan diri, harapan yang delusif/menyesatkan,
pengorbanan diri secara sukarela, mengacugkan nasihat dari teman maupun orang
dekat lainnya, tindakan ceroboh dan kehilangan ketertarikan dalam topik ataupun
aktivitas lain. Kamu bisa menonton The Story of Adele H,
sebuah film tentang sindrom dan seorang wanita muda yang mendasari penamaan
sindrom tersebut.
6. Cryptomnesia
Cryptomnesia
adalah bentuk kecacatan memori di mana seseorang gak bisa mengingat dengan
jelas kapan kejadian tertentu terjadi ataupun apakah itu mimpi ataukah
kenyataan. Misalnya, ketika ia sedang menulis puisi atau sekedar mengingat
sesuatu yang baru saja mereka baca, itu sudah dibedakan. Dengan kata lain,
sumber informasinya dengan mudah terlupakan, jadi penderitanya gak bisa
memastikan apakah ide itu milik mereka atau orang lain.
Sindrom ini
sering beriringan dengan fenomena "jamais vu",
sebagai lawan dari "deja vu",
ketika datang sebuah perasaan tentang tempat atau orang yang jelas berhubungan
setiap hari, tapi ia merasa seperti yang pertama kalinya. Kamu bisa melihat
contoh kasusnya di tayangan The Science of Sleep.
7.
Sindrom alice in wonderland
Sindrom ini
merubah persepsi penderitanya tentang semua barang dan ruang di sekelilingnya:
mereka bisa menangkap semuanya dalam bentuk yang lebih kecil ataupun besar,
atau menyadari bahwa segalanya luas tapi secara aneh merasa begitu dekat. Kasus
yang paling sulit adalah ketika seseorang menangkap tubuh mereka secara gak
layak: mereka gak mampu memahami bentuk dan dimensi. Terkait hal ini, baik itu
mata dari penderitanya maupun organ lainnya gak ada yang rusak, perubahan ini
hanya terkait dengan kondisi mental.
8.
Obsessive-compulsive disorder (OCD)
Penderita
obsessive-compulsive disorder (OCD) dikenal dengan pikiran penuh kecemasan yang
obsesif di mana mereka gak bisa mengontrol ataupun menyingkirkannya. Itu
berhubungan dengan semacam ritual atau aksi yang serasa harus dilakukan. Dalam
waktu bersamaan, penderitanya sebenarnya sadar atas keanehan tindakannya, tapi
dengan gak melakukannya maka akan membawa pada kecemasan yang parah, di mana
rasa tersebut sangat gak nyaman. Contoh nyata dari orang yang menderita OCD
adalah karakter Leonardo DiCaprio di film The Aviator.
9. Paraphrenia
Paraphrenia
adalah kombinasi dari delusi dan keangkuhan. Pikiran delusional penderitanya
secara konstan diiringi dengan pseudo-halusinasi dan "memori yang
keliru". Penderitanya merasa bahwa diri mereka adalah golongan penguasa
dunia, menganggap mereka abadi, penentu generasi dan menyatakan bahwa mereka
menulis buku-buku dari penulis terkenal yang bekerja di bawah mereka dalam
pseudonyms. Orang dengan diagnosa ini terlihat sangat arogan dan misterius
10.
Gangguan Kepribadian Ganda
Gangguan
identitas disosiatif adalah gangguan mental langka yang membagi kepribadian
seseorang dan ada kesan beberapa kepribadian berbeda dalam satu tubuh.
Individu-individu dalam satu tubuh ini bisa memiliki jenis kelamin, usia,
kebangsaan, temperamen, kemampuan mental, pandangan dan penyakit yang
berbeda-beda. Penyebab dari gangguan ini adalah trauma masa kecil: yang
terbentuk dengan tujuan sebagai perlindungan psikologis. Anak tersebut akan
mulai menganggap apa yang terjadi bukan dialami mereka tapi oleh orang lain.
Kamu bisa membaca dari buku tulisan Daniel Keyes. Karakter utama dari film Split juga menderita gangguan ini.
Penelitian
menyebutkan bahwa potensi gangguan di atas dialami oleh semua orang adalah sama
besarnya. Siapapun bisa mengalaminya, bahkan di luar kesadaran penderitanya.
Dilansir dari brightside.me, sesuai yang sudah kamu baca, kamu perlu meyakinkan
dirimu sendiri bahwa kamu gak memiliki gangguan manapun yang di atas. Kalau
kamu mengalaminya, selalu ada jalan keluar untuk mengatasinya kok, itulah
perlunya mengenal diri sendiri.